Jumat, 13 Agustus 2010
NEHEMIA
5. Takut Akan Allah
Nehemia 5
Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? (5:9)
Betapa sering kita mendengar dan juga mengucapkan kalimat “takut akan Allah”. Hari ini, marilah kita merenungkan lebih dalam makna dari “takut akan Allah”, melalui sikap Nehemia dalam firman ini.
Ketika mendengar tentang para pemuka dan penguasa Israel yang menarik keuntungan dari rakyat tanpa memperhatikan penderitaan mereka, sangat marahlah Nehemia terhadap perbuatan tersebut. Nehemia mengecam para pemimpin ini, dan menyebut perbuatan mereka itu sebagai sikap yang tidak hormat kepada Allah, karena dengan begitu mereka menjadikan nama Allah cemoohan oleh bangsa-bangsa lain dengan perbuatan yang demikian.
Kemudian Nehemia menyaksikan kehidupannya yang berbeda dengan para penguasa sebelum dia, di mana tidak sedikitpun ia mengambil bagian yang menjadi haknya sebagai bupati, karena ia tahu bahwa itu sangat menekan rakyat. Sangat mengagumkan melihat rupa Nehemia yang jujur dan bersih ini. Dasar sikapnya yang demikian hanya satu, seperti yang dikatakannya, “tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah”. Satu prinsip yang membedakan dia dengan orang yang lain.
Takut akan Allah adalah sikap yang membuat Nehemia menjunjung tinggi firman Allah di atas hal apapun. Takut akan Allah adalah rasa hormat di depan Allah yang tidak akan membiarkan dirinya melakukan perbuatan yang bercela dan tidak berkenan di hadapan Allah. Hal itu bukan berdasarkan ketakutan manusiawi, tetapi karena rasa cinta yang mendalam akan Allah, seperti seorang anak yang menghormati orang tuanya karena menghargai dan menyayangi mereka.
Menanamkan prinsip ini dalam diri kita, akan menghasilkan buah yang nyata yaitu perbuatan kita yang memuliakan Bapa kita.
Menjalani hidupku hari ini di depan Allah yang hidup