Sabtu, 14 Agustus 2010
NEHEMIA
6. Kekuatan Ketika Menghadapi Penganiayaan
Nehemia 6
Tetapi kataku: "Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!" (6:11)
Aksi teror yang dilakukan oleh musuh-musuh Israel, Sanbalat, Tobia dan Gesyem semakin menekan Nehemia. Setiap saat mereka merancangkan hal-hal yang mencelakakan Nehemia, melancarkan fitnah atas dirinya dan bahkan membuat jebakan untuk mencemarkan namanya diantara orang Israel. Betapapun kesal hati Nehemia, dia tidak terpancing sedikitpun terhadap tipu daya mereka. Ketika kepadanya ditawarkan untuk berlindung di dalam bait suci demi keselamatan dirinya, dengan tegas ia menolak hal itu. Dia tahu tentang perintah Allah yang hanya mengizinkan Imam-imam untuk melayani dan berada di Bait suci. Dia tahu bahwa keselamatan dirinya terancam, tetapi kalau hanya untuk menyelamatkan diri ia membiarkan dirinya berdosa di hadapan Tuhan dengan melanggar perintah ini, ia tidak akan menempuh jalan tersebut. Ancaman manusia yang hendak mencabut nyawapun, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan penghukuman Tuhan.
Sesungguhnya dari manakah datangnya kekuatan untuk menghadapi segala penganiayaan yang datang dari dunia ini? Ketika setiap saat kita berjaga-jaga dengan firman Tuhan, Roh Kudus akan menolong kita untuk tetap menjaga kebenaran Firman, di depan ancaman yang sedahsyat apapun. Bukankah semua senior iman kita telah menunjukkan kekuatan mereka, di mana sampai mautpun menjemput mereka, mereka tetap memegang teguh kebenaran?
Sampai saat ini kita baru mengalami penganiayaan-penganiayaan kecil di dunia. Dalam keadaan itupun, bertahanlah dan berjaga-jaga hanya dengan firman.
Firman-Mu kekuatanku