Minggu, 15 Agustus 2010
Batu Bata dan Sebuah Jaguar Baru
Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. (1 Yohanes 4:12)
Josh, seorang eksekutif muda yang sangat sukses sedang mengendarai mobil barunya melintasi pemukiman padat di Chicago. Dia mengemudi dengan kecepatan tinggi di atas mobil Jaguar XKEnya, yang baru dibelinya dua bulan sebelumnya.
Meskipun agak ngebut dia selalu memperhatikan di pinggir jalan, di antara mobil-mobil yang diparkir, kalau-kalau ada anak-anak yang berlari tiba-tiba ke jalan. Ketika dia lewat dengan mobilnya, tidak ada anak yang berlari tiba-tiba, namun tiba-tiba dia melihat sepotong batu bata melayang dan – BAM! – menghantam pintu Jaguar barunya yang masih mengkilap itu. CIIIIIIT!! Josh refleks mengerem kendaraannya dan memundurkan kendaraannya dengan cepat. Dia melompatkeluar, menangkap si bocah yang dilihatnya melemparkan bata itu. “Apa masalah kamu, hah!? Apa yang kamu lakukan?” Dengan marah dia meneruskan kalimatnya, “Jaguar ini masih baru, batu bata itu akan membuat kamu membayar mahal sekali. Kenapa kamu melemparkannya ke mobilku?!”
“Maaf, pak.. tolonglah saya. Saya tidak tahu apa lagi yang harus saya lakukan”, si bocah itu memohon. Tampak air matanya mulai berlinang. “Kakakku, pak”, ujarnya, “Dia terjatuh dari kursi rodanya dan saya tidak bisa mengangkatnya. Apakah bapak bisa membantu mengangkatnya kembali ke kursi rodanya? Dia kesakitan tapi dia terlalu berat bagi saya.”
Terkejut, si eksekutif muda berusaha mengendalikan emosinya. Dengan susah payah dia mengangkat kakak si bocah itu ke kursi rodanya, mengambil saputangannya dan membersihkan luka-lukanya, serta memastikan dia tidak apa-apa. Dia hanya terdiam, melihat bocah tadi mendorong kakaknya kembali ke rumah mereka.
Kembali ke Jaguar barunya. Josh tidak pernah memperbaiki goresan di pintunya itu. Dia membiarkannya demikian untuk mengingatkan dirinya agar tidak pernah lagi tergesa-gesa dalam hidupnya sehingga orang harus melemparkan batu bata kepadanya untuk bisa memperoleh perhatiannya. Ada batu bata yang keras, ada batu bata yang lembut. Perhatikanlah batu bata yang melayang ke arah Anda. Untuk semua hal negatif yang kita lihat, Tuhan mempunyai jawaban yang positif.