Rabu, 18 Agustus 2010
TESALONIKA
3. Tak bercacat
1 Tesalonika 3
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah . (3:13)
Setelah meninggalkan jemaat di Tesalonika dengan buru-buru, siang malam Paulus berdoa agar domba-domba yang baru mengenal Injil dan Yesus itu tetap bertumbuh terus dalam kebenaran Injil. Paulus sungguh sesak hati, bahkan serasa mau mati, karena mengkhawatirkan jemaat di Tesalonika.
Apa yang Paulus inginkan hanyalah jemaat di Tesalonika ini menjadi suatu jemaat di hadapan Allah dengan tidak bercacat dan kudus. Apa yang selalu Paulus rindukan dari jemaat Allah adalah bahwa mereka dipersiapkan sebagai pengantin yang suci dan tak bercacat bagi Kristus. “Aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” (2Kor 11:2)
Ketika Paulus mendengar kabar dari Timotius bahwa jemaat di Tesalonika tetap teguh di atas dasar iman terhadap Yesus Kristus, hatinya meluap dengan sukacita dan ucapan syukur kepada Allah. “Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?” (ayat 8, 9)
Rupa kita yang bertumbuh dengan tak bercacat dan kudus di hadapan Allah adalah sukacita bagi para gembala. Namun, yang lebih bersukacita olehnya adalah Yesus, Tuhan kita, sebab Dialah mempelai laki-laki yang akan mengambil kita sebagai milik-Nya.
Apakah yang bisa Anda lakukan untuk selalu menjaga kesucian di hadapan Allah?