Kamis, 19 Agustus 2010

TESALONIKA
4. Selamanya dengan Tuhan

1 Tesalonika 4
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan . (4:17)

Beberapa orang di tengah jemaat di Tesalonika percaya bahwa Tuhan akan datang segera untuk kedua kalinya seperti yang Tuhan janjikan, sehingga mereka melepaskan semua aktivitas kehidupan dan hanya menunggu-nunggu saja. Ada juga jemaat yang khawatir tentang orang percaya yang mati duluan sebelum Tuhan datang kembali. Apakah orang percaya yang mati duluan sebelum kedatangan Tuhan akan dibiarkan saja dalam kematian atau mereka pun akan dibawa ke dalam Kerajaan Bapa?

Kepada jemaat yang tidak mau melakukan aktivitas kehidupan dan hanya menunggu-nunggu saja, Paulus menasihati supaya mereka tetap bekerja. Tuhan memang berjanji bahwa Dia akan segera datang. Dan jemaat Allah sepantasnya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali dengan sikap antusias. Namun demikian, itu tidak berarti kita harus melepaskan segala aktivitas kehidupan dan hanya berkumpul-kumpul di gereja dan menunggu-nunggu saja. Kalau begitu nanti kita mati kelaparan, dan itu tidak dihitung mati martir sama sekali.

Spinoza, seorang filsuf Belanda (1632-77) berkata: “Sekalipun besok adalah hari kiamat, hari ini aku akan tetap menanam sebuah pohon apel.” Artinya, dia akan tetap setia pada setiap detik-detik dalam hidupnya. Kita harus menantikan kedatangan Tuhan sambil setia melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita di bumi ini. Barulah ada kebahagiaan yang kekal, selamanya bersama dengan Tuhan.

Menantikan Tuhan sambil berkarya , bukan dengan tidur-tiduran saja