Sabtu, 21 Agustus 2010

TESALONIKA
6. Bersukacita, berdoa, bersyukur

1 Tesalonika 5:12-28,
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal. (5:16-18)

Sungguh, betapa indahnya dan berkenannya diri kita di hadapan Allah jika kita senantiasa bersukacita, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal!

Saya merasa tidak enak kepada Tuhan karena saya tidak bisa seperti itu selalu. Mungkin, saya tidak bisa bersukacita senantiasa, karena tidak selalu memandang ke Sorga. Mungkin, saya belum bisa selalu berdoa, karena masih punya sikap yang mengandalkan diri saya, dan masih belum cukup rendah hati di hadapan Tuhanku. Mungkin, saya masih tidak selalu mengucap syukur dalam segala hal, karena masih egois dan menyimpan keserakahan serta keinginan akan dunia ini.

Namun, hal yang bisa kita sadari ialah bahwa ketika kita bisa bersukacita senantiasa, tetap berdoa dan mengucap syukur dalam segala hal, hidup kita jadi penuh dengan damai sejahtera dari Allah. Dan ketika damai sejahtera menguasai hidup kita, di situ tak ada cela yang bisa diserang oleh musuh kita Iblis. “Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu.” (Rom 16:20). Haleluya, amin.

Allah dengan jelas menyatakan bahwa kita bersukacita senantiasa, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal adalah kehendak-Nya di dalam Yesus Kristus. Dan kita tahu bahwa kehendak Allah atas diri kita adalah kebaikan belaka. Jadi, marilah kita bersukacita senantiasa dengan segenap hati di hadapan Allah, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal kepada-Nya.

Iblis hancur dan kalah ketika kita bersukacita, berdoa dan mengucap syukur