Selasa, 24 Agustus 2010
MARKUS
2. Warga Kerajaan Allah
Markus 3:31-35
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. (3:35)
Pada waktu Yesus sedang bersama-sama dengan orang banyak, datanglah ibu dan saudara-saudara-Nya hendak menemui-Nya. Karena susah untuk langsung bertemu, akhirnya mereka hanya berdiri di muka pintu dan menyuruh orang untuk memanggil Yesus. Ketika orang banyak melihat bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya menunggu di luar, mereka berkata kepada Yesus: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Tetapi Yesus menjawab dengan kata-kata aneh, ”Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Mendengar kata-kata tersebut, pastilah orang banyak itu menjadi terkejut dan heran.
Dalam suasana yang penuh tanda tanya itu, Yesus memandang orang-orang yang mengelilingi-Nya dan dengan tegas Ia berkata, ”Lihat! Di sinilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Mungkin orang bertambah bingung lagi, karena Ia mengatakan bahwa sebenarnya saudara dan ibu-Nya adalah mereka yang sedang mengelilingi-Nya.
Di sini, Yesus memperkenalkan suatu konsep keluarga yang baru. Konsep keluarga ini tidak terbatas hanya pada hubungan darah dan daging yang sifatnya sementara, melainkan hubungan keluarga yang berlangsung sampai selama-lamanya. Barang siapa di dalam Yesus, dia adalah anggota keluarga Allah. Kebenaran ini tertulis dengan jelas, salah satunya di kitab Efesus 2:19-20 “ 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” Fakta yang sungguh menakjubkan.
Jadi, sekarang ketika kita tahu bahwa kita adalah anggota keluarga Allah, sangat wajar bila kita melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita sehari-hari.
Di dalam Yesus, aku menjadi anggota keluarga Allah dan aku mau melakukan kehendak-Nya