Rabu, 25 Agustus 2010

MARKUS
3. Aku Mau Berbuah Banyak

Markus 4:1-20
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat." (4:20)

Ada seorang penabur menaburkan benih. Benih itu ada yang jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu-batu, di semak duri dan di tanah yang baik. Benih adalah Firman Tuhan dan tanah adalah ladang hati manusia. Pertama adalah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih ini tidak bisa masuk ke dalam tanah, karena tanah itu keras. Ini memperlihatkan orang yang tidak bisa menerima firman Tuhan atau hal-hal rohani.

Kedua adalah benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu. Benih ini bisa tumbuh tapi sebentar saja. Tanahnya terlalu tipis, sehingga tanah itu tidak bisa menyerap air. Jika sedikit saja terkena sinar matahari, tumbuhan yang ada di atasnya segera layu dan mati. Hal ini menggambarkan tipe orang yang sangat mudah menerima firman, tapi juga mudah kehilangan firman. Orang ini menerima firman sesuai dengan keadaan atau emosinya saja. Ketika ia menghadapi sedikit masalah atau hal yang merusak perasaan atau emosinya, firman yang ada akan langsung mati.

Ketiga adalah benih yang jatuh di dalam semak duri. Semak duri adalah tanaman pengganggu yang mudah tumbuh. Ketika ada benih jatuh di tengah semak duri, benih itu masih bisa bertumbuh, tetapi pertumbuhannya sangat terganggu sehingga tidak dapat menghasilkan buah. Hal ini menggambarkan orang yang bisa menerima firman Tuhan, tetapi muncullah kekhawatiran akan hal-hal duniawi, tipu daya kekayaan, dan keinginan-keinginan akan hal yang lain dalam dirinya, sehingga ia tidak bisa menghasilkan buah.

Keempat adalah benih yang jatuh di tanah yang baik. Tanah inilah yang paling ideal untuk dijadikan lahan pertanian, karena bisa menghasilkan 30, 60 bahkan 100 kali lipat. Marilah menjadi orang yang memiliki ladang hati yang seperti ini. Apa pun firman yang kita dengar, kita akan berjuang untuk melakukan-Nya dan akhirnya firman itu hidup dan menghasilkan banyak buah dalam hidup kita.

Setiap hari aku mau membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan