Jumat, 27 Agustus 2010

MARKUS
5. Kekuatan Injil

Markus 4:26-34
31b Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." (4:31b-32)

Hari ini Yesus mengumpamakan kerajaan Allah sebagai benih yang tumbuh. Ketika kita menaman suatu benih, benih itu akan tumbuh dengan sendirinya. Kita tidak tahu bagaimana benih itu bisa bertunas, mengeluarkan tangkai-tangkai dan akhirnya menghasilkan buah. Yang pasti tanah sendirilah yang mengusahakan proses tersebut.

Kemudian Yesus mengumpamakan lagi kerajaan Allah seumpama biji sesawi. Biji sesawi adalah biji yang paling kecil dari segala jenis biji yang ada di bumi. Tetapi dalam dirinya ada kekuatan yang luar biasa. Ketika ditabur, biji itu sepertinya tidak ada kekuatan apa pun. Namun, seiring berjalannya waktu, benih itu tumbuh semakin besar melebihi segala sayuran yang lain serta mengeluarkan cabang-cabang juga, sehingga burung-burung dapat bersarang di sana.

Kita dapat belajar dari proses pertumbuhan benih yang ditabur. Benih menggambarkan firman Tuhan dan tanah menggambarkan Allah sendiri. Ketika menabur benih atau memberitakan Injil, kita harus sadar bahwa yang menumbuhkan benih atau firman di hati orang adalah Allah sendiri. Sedangkan tugas kita adalah menabur, menyiram dan merawat benih itu. Selanjutnya urusan pertumbuhan mereka, kita serahkan ke dalam tangan Tuhan.

Kedua, mari belajar dari daya hidup yang dimiliki oleh Injil. Mari kita renungkan kembali betapa besarnya kekuatan yang terdapat dalam Injil dan terus maju untuk memberitakan-Nya!

 Beritakanlah Injil di mana pun, kapan pun dan dalam keadaan seperti apa pun