Senin, 30 Agustus 2010

IMAMAT
1. Pentahiran Orang Kusta

Imamat 14 : 1 – 57
Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir . (14 : 20)

Dari pasal 11 sampai pasal 16 orang Israel diajarkan mengenai kenajisan dan pentahiran masing-masing binatang, dan tentang pentahiran orang yang najis. Bacaan hari ini adalah mengenai penyakit kusta. Penyakit kusta merusak tubuh manusia dan menghancurkannya, karena itu penyakit tersebut dianggap sebagai penyakit najis, dan orang yang menderitanya diisolasi dari keluarga dan masyarakat. Sesudah sembuh dari penyakit itupun, untuk sementara dia harus diisolasi dan memperlihatkan tubuhnya kepada imam, dan sesudah pentahirannya dia baru boleh kembali ke komunitasnya.

Hal ini melambangkan tentang sifat dosa. Pada mulanya, kelihatan seperti penyakit kecil di kulit, tetapi lama kelamaan itu menghancurkan seluruh tubuh. Dosa yang awalnya kelihatan sangat kecil menjadi penyakit kusta yang menghancurkan jiwa manusia secara total.

Bacaan hari ini bukanlah mengajarkan bahwa penyakit kusta itu adalah dosa, melainkan bahwa jiwa manusia yang telah rusak tidak boleh datang menghampiri Allah yang maha kudus, dan seperti seorang kusta baru boleh kembali lagi ke komunitasnya sesudah sembuh, kita juga boleh mengikat hubungan baru dengan Allah, bila kita telah dibasuh oleh darah anak domba Allah. Jika ada yang masih menyimpan dosa dan tidak mau datang kepada kasih karunia Allah melalui anak-Nya, lakukanlah sekarang, dan terimalah pentahiran itu.

Benih dosa menghancurkan kita