Rabu, 4 Agustus 2010
ROMA
3. Mari Nikmati Perdamaian Dengan Allah
Roma 5 : 1 - 11
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (5 : 3 - 4)
Ada anugerah bagi kita yang mendapat kebenaran melalui iman, yaitu menikmati perdamaian dengan Allah dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Iman akan kasih karunia Allah dalam Kristus melenyapkan semua ketakutan. Damai sejahtera dan perdamaian yang tidak dapat dikenal oleh dunia memenuhi hati kita. Bahkan di dalam iman yang demikian, kita memperoleh kekuatan untuk bertahan dan bersukacita meskipun di dalam kesesakan dan penderitaan. Kesengsaraan yang kita alami akan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan membuat kita tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan. Itulah hidup yang worry-free, bebas dari kuatir, di dalam kasih karunia.
Kita hidup di dalam dunia yang semakin merosot secara moral. Di dunia yang seperti ini, kita sering mendapat kesulitan justru ketika kita mau menjaga iman kita. Ketika kita bekerja dengan tulus, meresponi dengan kasih, melayani dengan sungguh-sungguh, seringkali justru cibiran dan bahkan ‘aniaya’ yang kita peroleh. Firman hari ini menguatkan kita untuk tidak putus asa. Ketika kita masih berdosa, Allah menyatakan kasih-Nya melalui Kristus. Dan sekarang di dalam Kristus, betapa Dia akan semakin menyatakan kasih-Nya yang tidak terbatas itu bagi kita.
Mari terus berkarya, dengan iman akan kasih karunia Allah. Sekalipun ada kesukaran, tantangan, bahkan aniaya. Emas dipanaskan di dalam api, yang memang adalah penderitaan besar, tetapi itu akan menghasilkan emas yang murni, bebas dari semua noda.
Di dalam iman ada kekuatan