Sabtu, 7 Agustus 2010

ROMA
6. Juruselamat kita

Roma 7 : 1 - 25
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (7:24)

Status kita adalah manusia rohani, tetapi kenyataannya mempunyai ‘daging’ yang lemah untuk menghadapi dosa. Selama kita mempunyai daging, dosa selalu mendapat kesempatan untuk menipu sehingga kita menjalani hidup ke arah yang bertolak belakang dengan kehendak kita. Setiap hari kita berjuang untuk hidup sesuai dengan firman Allah dan hidup di dalam-Nya, namun kita sering jatuh, sebab di dalam hati kita ada yang baik dan yang jahat, sehingga keduanya itu saling melawan.

Dengan demikian, meski bagi kita dijanjikan keselamatan, meski memegang teguh pada Kristus, namun kita adalah keberadaan yang begitu lemah, yang tidak bisa menuruti hukum Taurat dengan sempurna, dan tidak bisa menjaga apa yang kita kehendaki. Sebagaimana seruan Rasul Paulus: “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”, kenyataannya rupa kita juga seperti itu.

Akan tetapi, ada alasan kita harus berterima kasih kepada Allah. Ada alasan untuk kita hidup jujur dan ramah, serta murah hati dan lemah lembut terhadap semua orang. Dan ada alasan kita harus teguh hati di dalam kesulitan sesulit apapun. Ya, alasan untuk kita berjuang melawan segala dosa yang mengikat kita adalah karena Allah yang maha baik yang telah merelakan Kristus untuk disalibkan agar Dia menghapus dosa kita, dan menyelamatkan kita dari tubuh maut ini.

Marilah kita berlutut di depan Allah dengan rendah hati, karena meski kita lemah, Allah kita kuat dan mengalahkan setiap musuh kita

Kasih Karunia Memberiku Kemenangan