Senin, 9 Agustus 2010

NEHEMIA
1. Doa Nehemia

Nehemia 1
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, (1:4)

Kitab Nehemia berlatar belakang pembangunan kembali tembok Yerusalem yang dihancurkan oleh Nebukadnezar raja Babel, dan menjadi puing-puing selama hampir satu setengah abad. Sulit membayangkan Yerusalem, yang dahulu disebut rumah Allah, berada dalam keadaan seperti ini. Yerusalem yang menjadi pusat kegiatan ibadah Israel, sekarang dalam keadaan tercela karena kondisi fisiknya ini. Nehemia yang sangat mengasihi Allah dan bangsanya, sangat terpukul hatinya melihat rupa Yerusalem yang demikian. Bagaimana bisa berdiam diri melihat bangsanya menjadi celaan bangsa-bangsa lain? Bukankah itu berarti menjatuhkan nama Allah di depan dunia? Oleh karena itu dalam kesedihannya, ia berpuasa dan berdoa bagi bangsanya.

Doanya adalah doa mohon pengampunan atas dosa-dosa bangsanya dan supaya Allah menunjukkan kasih setia-Nya terhadap bangsanya dengan membukakan jalan melalui dirinya. Betapa indahnya doa yang dipanjatkan oleh Nehemia ini. Meskipun statusnya bukanlah seorang imam, atau pekerja rohani, melainkan juru minuman raja, tetapi karena kasih yang tulus akan Allah dan bangsanya, dia berketetapan hati untuk berada dalam karya pemulihan bangsanya.

Siapapun Anda, dapat mengambil bagian dalam karya pemulihan bangsa seperti Nehemia. Bangsa kita yang didera berbagai bencana dan malapetaka alam, yang dipenuhi ketidakadilan dan ketidakbenaran ini, membutuhkan orang-orang yang mau bangkit seperti Nehemia ini. Ambillah waktu untuk berdoa bagi bangsa dengan hati yang hancur oleh karena kasih yang tak tertahankan. Berdoalah kepada Allah, memohon kepada-Nya untuk menunjukkan jalan yang harus Anda ambil bagi karya pemulihan bangsa. Betapa Allah akan sangat berkenan terhadap hati Anda dan mengangkat Anda sebagai tokoh utama kebangkitan bangsa.

Buka mata dan hatiku untuk mengerti kehendak-Mu bagiku