Minggu, 1 April 2012
Gema Kehidupan
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 7:12)
Seorang anak kecil dan ayahnya mendaki gunung bersama. Jalan yang mereka lalui cukup sulit, sang anak tergelincir dan menjerit: “Aaaahh!”. Betapa kagetnya anak itu, ketika ia mendengar dari balik gunung ada sahutan: “Aaaahh!”. Penasaran, anak kecil ini berteriak, “Hai, siapa di situ?”. Dari balik gunung terdengar lagi sahutan, “Hai, siapa di situ?”. Anak kecil ini mulai kesal, dan dengan marah ia berteriak lagi: “Kamu pengecut!”. Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara: “Kamu pengecut!”.
Kebingungan, anak ini berpaling kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum dan berkata, “perhatikan baik-baik!”, dan ia berteriak dengan sekuat tenaga ke arah gunung itu: “Aku mengagumimu!”. Dari balik gunung pun terdengarlah suara: “Aku mengagumimu!”. Sekali lagi sang ayah berteriak: “Kamu adalah sang juara!”, dan gunung itu menyahut lagi: “Kamu adalah sang juara!”
Kepada sang anak yang terheran-heran, sang ayah menjelaskan. “Nak, sahutan dari balik gunung itu adalah GEMA, yaitu suara yang membunyikan kembali apa yang kita katakan. Akan tetapi, anakku, sesungguhnya hidup kita pun demikian. Hidup akan mengembalikan kepadamu apa saja yang kau lakukan dan katakan. Hidupmu hanyalah refleksi dari tindakanmu. Bila kau ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, berikanlah cinta kasih dari harimu. Hidup adalah pantulan dari dirimu, gema dirimu.”
Diadaptasi dari “The echo of life”