Kamis, 19 April 2012
1 TESALONIKA
4. Jatidiri Kita
1 Tesalonika 4 : 1-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu (4:12).
Kota Tesalonika adalah ibukota sekaligus pelabuhan paling terkemuka di wilayah Makedonia, dan Makedonia adalah sebuah propinsi Romawi yang merupakan pusat perdagangan terbesar di bagian tenggara Eropa, sekaligus juga pusat kebudayaan tempat diselenggarakannya ibadah kepada dewa-dewi Yunani dan Mesir. Salah satu ritual ibadah yang terkenal di sana adalah percabulan bakti. Jemaat Tuhan di Tesalonika hidup dalam lingkungan yang bermoral bejat dan penuh dosa, karena itu Rasul Paulus menulis surat untuk meneguhkan iman mereka.
Surat Paulus berisi nasehat untuk hidup dalam kekudusan dengan menjauhi percabulan, dan hidup dalam kehormatan sebagai anak Allah yang tidak menuruti keinginan hawa nafsu dunia. Nasehat Rasul Paulus ini juga relevan untuk kita. Anak-anak Allah tidak melakukan hal-hal yang cemar yang memalukan, tapi hidup dalam kesopanan, tutur kata yang baik. Anak-anak Allah rajin, tekun dan jujur dan menjadi berkat bagi sesamanya.
Akhirnya, mari ingat definisi nabi Yesaya tentang orang benar ini: Mereka adalah orang yang hidup dalam ke benaran firman Allah , yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan (Yesaya 33:5). Sesungguhnya, itulah jatidiri Anda dan saya. Mari hidup sesuai dengan itu!
Hidup secara terhormat sebagai Anak Allah