Senin, 2 April 2012
RENUNGAN PASKAH
1. Komplotan Pembunuh
Lukas 22:1-6
Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus (22:2a)
Sekelompok orang bersepakat untuk membunuh seorang lawan politik, yang telah merebut hati rakyat, dan membuat mereka kehilangan pengaruh serta menghancurkan reputasi mereka. Pembunuhan itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati, tanpa sepengatahuan orang banyak. Pembunuhan itu juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga orang banyak tidak akan mencurigai mereka sebagai dalangnya.
Paragraf di atas, dan juga judul renungan ini, terdengar seperti isi sebuah novel kriminal atau misteri. Bedanya adalah para tokoh dalam cerita kita hari ini bukanlah orang sembarangan. Lawan politik yang ingin dibunuh adalah Yesus Kristus. Komplotan pembunuh itu adalah para alim ulama Yahudi, imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat yang berkomplot dengan seorang murid kepercayaan Yesus, Yudas Iskariot.
Sangat mengerikan melihat apa yang terjadi ketika mata hati manusia dibutakan oleh keserakahan akan kekuasaan. Para alim ulama yang seharusnya memimpin umat kepada Allah, malah merancang pembunuhan atas Anak Allah, yang diutus ke dunia untuk mendamaikan Allah dan umat-Nya. Hari ini, mari renungkan sungguh-sungguh , apakah yang menguasai hati kita? Biarlah dalam terang Roh Kudus kita menemukan bahwa Kasih itu masih ada di sana, dan biarkanlah Kasih itu menyingkirkan semua keserakahan akan kekuasaan yang mau bercokol di dalam hati dan hidup kita.