Minggu, 29 April 2012

Parasut Terakhir

Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
(Mazmur 49:1)

Sebuah pesawat terbang dengan empat penumpang sedang jatuh. Para penumpang bersiap-siap untuk terjun dengan menggunakan parasut. Sayangnya hanya ada 3 parasut, sedangkan penumpang pesawat itu ada 4 orang.

Penumpang yang pertama berdiri dan berkata, "Aku seorang ahli bedah jantung ternama. Banyak orang masih memerlukan pertolonganku. Aku harus memakai parasut ini." Lalu dia langsung mengambil parasut pertama, mengenakan di punggungnya dan terjun ke luar pesawat.

Penumpang yang kedua berkata, "Aku seorang ilmuwan roket dan antariksa. Aku salah seorang terpandai di dunia. Negaraku membutuhkan keahlianku." Dia juga langsung memakai parasutnya dan terjun.

Penumpang yang ketiga adalah mendiang Paus Yohanes Paulus II. Dia berkata kepada penumpang keempat, seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun. "Nak, aku ini sudah tua dan ringkih. Biar kamu saja yang memakai parasut terakhir itu dan terjunlah."

Jawab si bocah, "Tidak apa-apa, Bapak. Kita masih punya dua parasut. Orang terpandai di dunia itu tadi terjun keluar dengan memakai ranselku."

Shine Jogja