Selasa, 3 April 2012

RENUNGAN PASKAH
2. Jamuan Makan Terakhir

Lukas 22:14-23
Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. (22:15)

Parting is such sweet sorrow”, perpisahan adalah kesedihan yang manis, demikian tulis pujangga mahsyur William Shakespeare. Tiga tahun lebih Yesus melakukan pelayanan-Nya, dan banyak waktu dihabiskannya secara khusus dengan murid-murid-Nya, namun waktunya sudah tiba bagi-Nya untuk menyelesaikan tugas-Nya di bumi.

Yesus mengadakan jamuan makan, yang saat ini kita kenang sebagai “jamuan makan terakhir” (the last supper). Jamuan makan ini istimewa, karena di sini Yesus menyatakan dengan terus terang kepada murid-murid bahwa Dia segera mengakhiri misi-Nya di dunia. Anggur yang mereka minum, dan roti yang mereka santap bersama, menjadi lambang darah dan tubuh Yesus yang sebentar lagi akan tercurah dan terpecah, dalam puncak karya penebusan-Nya bagi keselamatan umat manusia.

Sampai sekarang, kita masih mengenang jamuan terakhir ini dengan hati yang terharu. Terharu, karena Yesus, sang Allah yang menjadi manusia, menyatakan kasih Allah kepada manusia dengan pelayanan-Nya yang sangat nyata dan tidak terbantahkan. Namun seperti kata Shakespeare, kenangan jamuan terakhir itu juga adalah kenangan yang manis, karena tanpa darah dan tubuh Kristus yang tercurah dan terpecah, tidak akan ada harapan bagi umat manusia. Oleh karena itu, mari syukuri Yesus yang telah datang, telah hidup di tengah manusia, dan yang telah menuntaskan karya-Nya ini. Segala puji hormat dan syukur bagi Engkau, Tuhanku!

Terima kasih Yesusku