Selasa, 3 Januari 2012

RENUNGAN AWAL TAHUN
2. Belajar Melupakan

Filipi 3:13-14
13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Melupakan apa yang sudah berlalu dan menatap masa yang akan datang dengan penuh pengharapan. Pernyataan ini mungkin terdengar klise. Para ahli sejarah pun akan mengingatkan bahwa masa lalu penting juga untuk dikenang, sebagai bahan pelajaran untuk masa kini dan masa yang akan datang. Akan tetapi, dalam kehidupan iman kita, rasul Paulus memberikan nasehat yang berharga melalui suratnya kepada jemaat di Filipi ini.

Paulus mempunyai masa lalu sebagai seorang Farisi yang taat. Saking taatnya dia menganggap menganiaya para pengikut Kristus sebagai baktinya kepada agamanya. Akan tetapi, setelah dia ditemui oleh Kristus, hidupnya berubah 180 derajat. Dia menjadi hamba Injil yang tekun dan setia.

Sebagai murid Kristus dan hamba Injil, Paulus tahu tujuan hidupnya. Apa yang merupakan tujuan akhir perjalanan imannya adalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Filipi 3:10). Untuk mencapai tujuan itulah dia memberi tahu rahasianya di ayat 13-14 yang merupakan bacaan kita hari ini.

Siapapun Anda dan saya di masa lalu, itu tidak berarti lagi dalam perjalanan iman kita. Yang berarti adalah bagaimana kita mengarahkan diri kepada tujuan yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita, dan berlari menuju ke sana, dalam keyakinan yang teguh kepada Dia yang memberikan kekuatan kepada kita.

Lupakan yang di belakang, menuju tujuan